Muhammad Adri Online

Read, Think, Write and Share of Knowledge

Wawancara Eksklusif Pemanfaatan Internet dg TVRI Padang

Pada hari ini, saya diberi kesempatan dan kepercayaan oleh TVRI Padang untuk menjadi narasumber dalam Acara Ranah Pers, yang membahas Pemanfaatan Internet, dengan pembawa acara pak Fuad dari TVRI Padang.

Sungguh hal diluar dugaan saya sebelumnya, pada jam 10.48 saya menerima telepon dari sebuah nomor Flexi yang belum saya kenal, dan seperti biasa saya agak enggan untuk menerimanya, namun pada saat ini kebiasaan saya yang enggan mengangkat nomor tak dikenal mendadak saya tinggalkan, dan tanpa sengaja langsung saya angkat. Ternyata yang menghubungi saya adalah pak Fuad dari TVRI Padang, atas rekomendasi dari ibu Iin dan Ibu Sri dari PT. Telkom Kandatel Padang, agar dapat menghubungi saya untuk menjadi narasumber pada hari ini.

Dan kebetulan jadwal yang disediakan sesuai dengan agenda kegiatan saya yang kosong, (kecuali hanya satu pekerjaan lagi, finalisasi nilai akhir mahasiswa), maka tawaran sebagai pembicarapun saya terima.

Akhirnya jam 17.00 WIB, jadwal tayang Ranah Pers-pun segera di mulai. Awal pembicaraan diawali dengan komentar pak Fuad tentang buku saya “Guru go Blog“, yang dinilai sedikit kontradiktif dengan judulnya, jika didengar sepintas oleh orang yang tidak mengerti teknologi internet. Setelah saya menjelaskan duduk persoalan judul tersebut maka pada akhirnya beliau memahami makna dari sebuah judul  buku. Pembicaraan selanjutnya berkutat tentang tenologi internet dan implementasinya dalam dunia pendidikan dan layanan informasi bagi masyarakat.

Mudah-mudahan jika copy rekaman kegiatan tersebut selesai di edit, para pengunjung blog ini akan dapat menyaksikan kembali agenda acara tersebut di atas.

Muhammad Adri

Categories: Informasi - My-Activity
sejak awal…..baik guru go blog maupun yang mbuat buku guru go blog itu sendiri adalah layak menjadi teladan di dunia IT kelak…Amiiiin.

maap pak..uang bikin warnet belum tekumpul juga.krn keadaan ekonomi mendesak bana….deh deh..paniang ndre pak…
mambagi itih dtangan ko payah bana ….
20 July 09 at 06:40
Razali
Ass.
Angin telah bertiup kencang dan benderapun semakin berkibar

Saya sangat tidak setuju dengan prinsip “malas/tidak mau menjawab telp dari no tidak dikenal”

Karena saya beranggapan bahwa, siapapun yg menelpon kepada saya jelas mereka punya alasan tersendiri, bisa jadi itu dari teman, keluarga maupun mitra bisnis yang baru ganti no hp.
Alangkah kecewanya mereka kepada kita, dan betapa ruginya kita jika itu berupa peluang mendapatkan rezeki bagi kita.
Saran saya, ubahlah prinsip tersebut, jangan pernah menutup pintu rezeki diri kita sendiri.
Bukankah relasi kita bisa saja bertambah tanpa kita sadari, apalagi kita sering mempublikasikan no hp kita, sementara kita tidak pernah meminta no hp mereka, ya kan Pak?
Siapa tau nanti Pak Adri di telp oleh pejabat penting yang no hp nya tidak dikenal, jangan sampai tidak dijawab karena dia akan menawarkan suatu jabatan yang cukup penting.
Tunggu saja saatnya akan tiba

tq
20 July 09 at 11:06
Trims banget pak Razali…!!! I’ll remember your suggestion..! Thanks a lots
24 July 09 at 08:25